Mungkin beberapa diantara kita sudah pernah melihat atau mengerjakan tes koran. Kebetulan di bimbingan belajar, tes koran harus dilatih ke anak-anak karena untuk masuk ITB dan UI perlu mengikuti psikotes padahal dalam psikotes itu ada tes koran.
Tes koran pada dasarnya terdiri dari angka-angka 0 – 9 yang disusun vertikal seperti kolom. Kolom berikutnya ditambahkan memanjang ke kanan sehingga lebar sekali. Tes ini sering disebut tes koran karena ukuran kertas soal yang selebar ukuran koran (red). Beberapa teman juga mengatakan kalau tes ini adalah tes numerik gila, alias bikin gila.
Pengerjaannya sederhana, kita tinggal menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam satu kolom dan menuliskan digit terakhirnya di sela-sela kedua bilangan, demikian seterusnya. Contoh:
1 4 8
3 2 9
2 8 1
1 3 4
9 5 3
Sebenarnya mudah, akan tetapi karena dituntut harus mengerjakan soal yang banyak dalam waktu lama, kita semakin lama akan semakin gila. Apalagi bagi yang belum makan sebelum tes, bisa muntah-muntah. Saya tidak bercanda lho karena itu pengalaman-pengalaman teman-teman saya
Triknya adalah begini. Sewaktu kita menuliskan digit terakhir dari dua bilangan berdekatan, pada saat itu juga kita mengerjakan dua angka selanjutnya. Jadi menulis tidak usah diperhatikan (namun tangan tetap bergerak untuk menulis), akan tetapi fokus pada penjumlahan dua bilangan selanjutnya. Artinya, pikiran kita didepan mengerjakan soal berikutnya, padahal tangan kita masih menulis jawaban sebelumnya. Hal ini sangat menghemat waktu berdasarkan pengalaman saya karena proses pengerjaan tes koran menjadi lancar dan cepat. Sebaiknya juga memiliki irama entah setiap 5 – 10 hasil. Kalau berdasarkan pengalaman saya, biasanya jeda saya lakukan setiap 6 kali perhitungan, demikian seterusnya. Hal ini diperlukan agar hasil yang kita peroleh konsisten kebenarannya dan otak kita tidak jenuh.
Alhasil nanti anda mungkin jadi yang terbaik. Jika pun tidak, hasilnya pasti diatas rata-rata.
Selamat mencoba.
N.B. Contoh tes koran bisa diklik disini: Tes_Koran

wez, kren…. gw mau bgt msk ITB nih… Kasih tau gw tips-tips yang laen dnk…
Lw nak ITB ya??
lam knal ya…
masi gak ngerti peraturan nya.. trus tar yg d tulis d lembar jawab itu hasil perhitungan?
blom ada bayangan
bisa di jelasin lebih detail ga om..
bener banget tu, bikin sakit kepala..
Udah beberapa x c, ikut tes koran, hasilnya lumayan lah
aduh…. belum ngerti jg nch….
, tolong bantu lbh d perjelas lg dnk bang
@Niko : iyaa, tapi udah lulus tahun kemarin..
@niaru, agus esbe n riry : jadi jawabannya ditulis langsung di kanan setiap soal. Kalau contoh diatas yang warna merah itu jawabannya. Makanya lembar jawaban khusus ga ada.
Hal pertama harus dilatih adalah:
Bagaimana penulisan bilangan 0 – 9 yang sederhana dan paling menghemat waktu. Tentunya gaya penulisan tiap orang beda-beda, tapi latih yang tercepat.
Kalian udah ngerti kan peraturannya?
@Anggie: selamat ya.. memang bikin sakit kepala, tapi jangan lupa, yang lain juga pusing tujuh keliling hehehe,,
Tugas kita adalah menjumlahkannya dari atas ke bawah tetapi hanya menuliskan angka satuannya saja (misal baris paling 7, baris kedua 8, jumlahnya kan 15, tapi kita diminta menuliskan 5-nya saja).
Tes ini selain untuk melihat standar kemampuan berhitung kita berguna juga untuk memperlihatkan konsistensi kita dalam menyelesaikan suatu masalah sesuai dengan waktu yg diberikan. artinya, klw dapat tes kayak begini, sebaiknya antara satu kolom dengan kolom berikutnya jangan sampai beda jauh titik selesainya. kalau kita stabil dalam menyelesaikan soal, berarti kita termasuk orang yg stabil juga ketika dihadapkan dengan berbagai macam masalah lainnya.
Bang, file nya jangan diprotect dong!!!Soalnya mau diprint nih..!
heuheuuuuuuuu
makasih infonya…
hmmm. saya paham.
thx yak..
koq dokumen pdf ya g pisa diprint?password ya donk?
KEREN….NUHUN…